Tips agar anak mau makan

5 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh

Apalagi dengan sikap orangtua yang seringkali memarahi anak-anaknya atas hal yang sebenarnya sering mereka lakukan sendiri. Anak belajar dengan melihat orang lain, apakah dari teman sebaya yang berperilaku buruk di sekolah atau dari sesuatu di televisi. Batasi paparan anak dari perilaku agresif di televisi, online game dan kehidupan nyata. Berikan teladan yang baik untuk mengajari mereka berperilaku dalam berbagai situasi.

Moms dan Dads juga bisa membacakan buku cerita Islami tentang Nabi dan Rasul, atau buku mengenai akhlak terpuji. Dari kebiasaan sederhana ini, anak laki-laki akan mengenali agamanya dan menjadikan pondasi dalam kehidupannya kelak. Membiasakan anak membaca doa sebelum melakukan sesuatu dan setelah melakukan sesuatu. Sehingga ketika banyak hal-hal yang terjadi tidak sesuai keinginannya, ia pun langsung marah bahkan menunjukkan tantrumnya. Namun, perlu diingat bagi Ayah dan Bunda untuk tidak memberikan sanksi berupa kekerasan seperti memukul atau menampar. Karena sanksi berupa hukuman kekerasan akan berbahaya psikologisnya kelak.

Maka jangan heran jika ketika anda memberikan perintah atau meminta bantuan anda, mereka akan berlaku sesuka hati mereka dengan menolak atau mengabaikan anda. Dinasihati seperti tidak mau dengar, diperingati malah diabaikan, diperintah malah ditolak mentah-mentah. Anak yang susah menurut harus ditangani dengan strategi, Karena anak yang suka menentang orang tua merupakan proses dan bagian dari tumbuh kembangnya untuk menguji kesabaran orang tua atau pengasuhnya. Cara ini akan memberikan pelajaran penting dalam mendidik anak yang keras kepala sehingga ia tidak mengulangi hal yang sama. Cara mendidik anak yang keras kepala bisa dilakukan dengan memberinya sedikit kebebasan.

Mendidik anak agar tumbuh menjadi seseorang yang patuh dan penurut tidak berarti harus dilakukan dengan keras seperti pola didikan para militer, yang terpenting adalah konsisten dan tegas. Buat anak bertanggung jawab dengan apa yang dimilikinya dan apa yang telah diperbuatnya. Sebagai orang tua, selalu bersikap lembut kepada anak adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Sebab hanya dengan tutur kata yang lembut, seorang anak akan mendengarkan perkataan dari orang tuanya. Selain dituntut untuk bersikap lembut kepada anak, orang tua juga selayaknya memberikan kasih sayang yang tulus dan utuh kepada anak.

Anak yang dari kecil sudah diajarkan untuk taat beribadah cenderung punya pola pikir yang lebih baik. Karena kecerdasan anak tidak hanya tergantung dari latihan tapi juga harus didukung dengan nutrisi yang baik. Seperti bisa meningkatkan motorik atau kecerdasan anak saat mereka memainkannya. Dengan demikian, mereka tidak akan tumbuh sebagai sosok yang egois dan cenderung mementingkan diri sendiri. Latihan ini juga akan mampu meningkatkan kecerdasan anak dan membentuk karakter yang lebih kuat.

Misalnya dengan menanyakan apakah si kecil mau membereskan kamarnya sebelum atau setelah menonton acara kartun favoritnya di TV. Jika seorang anak memiliki kontrol amarah yang baik, ia akan bisa menghadapi masalahnya dengan cara yang lebih sehat. Alih-alih berperilaku buruk untuk mengekspresikan kekesalannya, ia akan bisa belajar menenangkan dirinya. Sayangnya, masih ada saja orang tua yang belum paham atau tidak mengerti cara mendidik anak agar tumbuh seperti yang diharapkan. Mengutip dari Psychology Today, sikap keras kepala adalah bentuk penolakan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan kemauannya. Anak yang keras kepala, entah itu anak perempuan atau laki-laki, cenderung menjadi sangat sensitif dan tidak dapat dibujuk oleh orang-orang di sekitarnya.

Cara agar anak patuh

Sementara itu, Ustaz Ahmad Zahrudin M. Nafis menyarankan untuk mengamalkan ajaran Nabi Muhammad. Mengutip dari Healthy Children, berikan pujian-pujian saat si kecil berhasil menyelesaikan perintah Anda dengan baik. Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Anda menjadi lebih tenang, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau lainnya.