lip

Ingin Berjemur Di Bawah Sinar Matahari, Perhatikan Four Hal Ini Ya!

Atau Anda suka menjemur buah hati di bawah sinar matahari pada pagi hari? Anda pasti melakukan hal ini untuk mendapatkan manfaat vitamin D yang bagus untuk tulang. Australian Cancer Council pada tahun 2011 mengeluarkan rekomendasi untuk tidak berjemur atau terpapar matahari terlalu lama pada awal pagi hari atau terlalu sore, mengapa? Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Prof.dr. Madarina Julia, Sp.A,MPH.,Ph.D., menjelaskan, tubuh manusia memerlukan sinar matahari untuk membantu meningkatkan produksi vitamin D di dalam tubuh.

Berjemur matahari paling baik jam 10 pagi - 2 siang

UVB baik untuk kesehatan termasuk untuk membangun imun tubuh, kesehatan tulang, dan terhindari dari virus Covid-19. Selain itu, dr Andhika juga mengingatkan durasi berjemur cukup 30 menit asal 60 persen luas permukaan tubuh sudah terpapar. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, berjemur yang aman dapat dilakukan sebanyak 2 – three kali seminggu sekitar pukul 09.00 pagi, selama 5–15 menit.

Pukul 7-10 pagi karena intensitas UV-nya rendah harus lebih lama, bisa sampai 1 jam. Sedangkan di atas jam 10 karena intensitas UV-nya tinggi, 15 menit saja cukup. ILUSTRASI. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, baik pagi hari ataupun siang hari, tak masalah untuk berjemur. Produksi serotonin juga bisa meningkatkan perkembangan otak, sehingga anak yang gemar beraktivitas di pagi hari cenderung lebih bahagia dan tidak mudah cemas. Vitamin D adalah gizi penting untuk tubuh anak yang sedang berkembang.

Perlu diingat, lotion SPF hanya mampu melindungi kulit dari terik matahari untuk sementara waktu. Dengan kata lain, jangan sampai lupa untuk mengoleskan lotion kembali setelah beberapa jam jika Anda masih berada di luar ruangan. Disarankan Kong4D untuk mengulang pemakaian lotion yang mengandung SPF tiap dua jam, setelah berenang, menggunakan handuk dan berkeringat banyak. Hal ini dilakukan agar tersedia cukup waktu untuk kulit menyerap lotion dan bekerja efektif.

Ketika produksi ini terpenuhi maka tubuh akan memproteksi diri dari serangan virus. Namun, di sisi lain ada kekhawatiran bahwa sinar matahari bisa memicu terjadinya kanker kulit. DI SOSIAL media berseliweran imbauan untuk berjemur di bawah sinar matahari untuk tingkatkan daya tahan tubuh.

WHO juga memaparkan bahwa sinar UV dari pukul 10 pagi hingga 4 sore lebih berbahaya. Lembaga ini juga menyarankan untuk mengurangi intensitas paparan, tanpa perlindungan, pada jam-jam tersebut. Anda mungkin menyangka seharusnya matahari sore tidak sekuat matahari pagi karena mendekati waktu terbenam. Itu sebabnya, para ahli menyarankan untuk berjemur di antara jam 10 pagi hingga 3 sore selama 5 sampai 20 menit. Masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang kekurangan kadar vitamin D dalam tubuhnya. Hal ini tergolong ironis karena kita tinggal di negara tropis yang kaya dengan sinar matahari.

Bantul Siaga Covid

March 4, 2021